Dampak Positif Dan Negatif Dari Penutupan Hotel Alexis

Saat ini berita yang sedang banyak di dengar yaitu penutupan hotel dan griya pijat Alexis. Dari segi pengamat terdapat Dampak Positif Dan Negatif Dari Penutupan Hotel Alexis tersebut. Pemprov DKI dikabarkan sudah tidak memperpanjang ijin usaha dari operasi hotel dan griya pijat Alexis dari Jumat (27/10/2017). Tempat tersebut dinilai merupakan tempat dimana adanya prostitusi yang terselubung. Surat permohonan untuk Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang sudah di ajukan PT.Grand Ancol Hotel (pihak Alexis) dikabarkan sudah ditolak oleh dinas penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta.

Dampak Positif Dan Negatif Dari Penutupan Hotel AlexisDampak Positif Dan Negatif Dari Penutupan Hotel Alexis

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan juga aktris senior, Arzetti Bilbina menyebutkan jika ada sisi yang berlawanan dari penutupan hotel dan juga griya pijat Alexis. Arzetti menilai, jika dari penutupan ini akan berdampak positif dan ada juga dampak negatif. “Ada dua sisi yang saling berlawanan yang akan kita lihat, jika kita nilai dari sisi positif maka ada ketegasan, kedisiplinan serta keterpaksaan dan jika kita lihat dari sisi negatifnya yaitu banyak pembahasan tentang hal tersebut dan anak anak akan menjadi tahu tempat tersebut,” tukas Arzetti di gedung pertunjukkan bharata.

Akan tetapi anggota DPR dari partai PKB tersebut juga yakin, jika pihak dari pemerintah DKI sudah berfikir dan menimbang dengan bijaksana untuk langkah yang diambil mereka dengan menutup Alexis. “Jika pemerintah sudah berani mengambil sikap berarti pihak pemerintahan sudah berfikir efek-efek dari penutupan tersebut dan sudah mempersiapkan cara untuk menanganinya nanti,” ujar perempuan berusia 43 tahun ini. “Untuk sekarang ini tugas dari pemerintah yaitu harus mencarikan solusi untuk memberikan pekerjaan yang layak, baik dan positif untuk mantan pekerja dari Alexis.
(Dampak Positif Dan Negatif Dari Penutupan Hotel Alexis)
Mungkin mereka juga bisa membuka pelatihan untuk mereka agar mereka bisa bekerja di kemudian hari,” tandas Arzetti. Ketua kajian seputar kota (KASTA), Didi O Affandi juga mendukung langkah yang diambil gubernur DKI, Anies Baswedan untuk penutupan hotel tersebut. Didi menilai jika penutupan tempat tersebut akan menjadi salah satu contoh dan akan membuat para pengusaha hiburan yang masih terselubung akan menjadi was-was. “Penutupan Alexis bisa menjadi salah satu peringatan keras bagi para pengusaha di hiburan malaml,” ucap Didi.

Didi yang juga seorang pengusaha mendorong para pengusaha di bidang hiburan malam agar tidak mencoba untuk melanggar Perda nomor 6 tahun 2015 tentang kepariwisatawaan, jika tidak ingin bisnis mereka di tutup oleh pemerintah daerah. “Saya sebenarnya merasa prihatin terhadap penutupan Alexis tersebut, karena akan menambah jumlah pengangguran di Ibukota,” ucap Didi. Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menegaskan jika mereka sudah menargetkan agar semua pemasukan dari sektor pariwisata dan hiburan di DKI akan di dapatkan dari cara yang Halal.

Halal yang dimaksudkan oleh Anies yaitu pemasukan yang di dapat dari sektor pariwisata dan perusahaanya yang tidak melanggar aturan. Anies menambahkan, jika dirinya menentukan kebijakan bukan hanya berdasarkan besaranya pajak dari suatu usaha. Ini disimpulkan Anies karena pemasukan DKI akan menjadi berkurang 30 Miliar per tahun karena dari penutupan hotel dan griya pijat Alexis. “Semua pemasukan yang kami terima harus Halal (tidak melanggar aturan), jika mereka melanggar aturan akan tetap kami tindak,” ucap Anies saat dijumpai di Balai Kota.